Langsung ke konten utama

Kimia (MONOGLISERIDA) Aciyeee :D

MONOGLISERIDA
Monogliserida merupakan istilah untuk gliserida dimana satu molekul gliserol telah membentuk satu ikatan ester dengan satu molekul asid lemak. Istilah rasmi digunakan dalam kelaziman moden untuk monogliserida adalah monoasilgliserol.
  Monoasilgliserol ini boleh membentuk sama ada 1-monoasilgliserol atau 2-monoasilgliserol, bergantung kepada kedudukan ikatan ester dalam moieti gliserol ini. Monoasilgliserol boleh dihasilkan dengan pelbagai cara dengan menggunakan proses kimia perindustrian atau secara biologi. Secara biokimianya, ia biasanya terbentuk sama ada melalui hidrolisis berenzim asid lemak daripada diasilgliserol melalui tindak balas diasilgliserol lipase atau sebagai perantaraan dalam pengasilan gliserol untuk membentuk lemak.
  Monoasilgliserol (monogliserida) dikenal luas sebagai emulsifier pada industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Monogliserida dapat diproduksi dari minyak salah satunya minyak sawit. Emulsifier hampir seluruhnya merupakan bahan impor, hal inimembuat pasar komoditi emulsifier maupun teknologinya mempunyai prospek ekonomi dalam jangka dekat.
Monogliserida merupakan gliserol yang berikatan parsial dengan asam lemak dimana mengandung gugus asam lemak pada posisi a atau b namun umumnya pada posisi a. Pada temperature rendah hanya 5-8% monoasilgliserol dapat terbentuk dan pada suhu tinggi dapat mencapai hingga 30%. Monoasilgliserol merupakan bentuk intermediet yang terjadi selama alkoholisis lemak atau pemecahan lemak (fat splitting). Gliserida dari minyak lemak pangan diklasifikasikan “Generally Recognized as Safe (GRAS) . Emulsifier merupakan bahan yang dapat mengurangi tegangan permukaan pada interfasial dua fase yang dalam keadaan normal tidak saling bercampur sehingga menyebabkan keduanya dapat bercampur dan membentuk emulsi.
  Emulsifier mengandung gugus hidrofilik dan lipofilik dalam satu molekul yang sama. Senyawa ini akan meningkatkan kestabilan emulsi dengan menurunkan tegangan antar muka antara fase minyak dan air (Rieger, 1985). Produksi monogliserida dapat dilakukan dengan hidrolisis, esterifikasi gliserol dengan asam lemak, dan gliserolisis. Proses produksi monogliserida biasanya menggunakan suhu dan tekanan tinggi dengan penambahan katalis kimia atau menggunakan katalis enzim. Pada skala industri metode yang banyak digunakan untuk produksi monogliserida adalah gliserolisis Produksi monogliserida dengan konsentrasi tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan distilasi molekular.Proses ini akan memisahkan monogliserida dari trigliserida yang tidak bereaksi, digliserida, dangliserol yang terbentuk.




STRUKTUR MONOGLISERIDA
Struktur molekular 1-monoasilgliserol
Struktur molekular 2-monoasilgliserol















Peran Monogliserida dalam Bahan Pangan
Monogliserida atau monoasilgliserol merupakan zat yang berperan penting dalam pengolahan pangan. Fungsi umum monogliserida adalah sebagai emulsifier, yaitu zat yang berfungsi untuk menstabilkan emulsi, yaitu campuran dua zat yang tidak mudah untuk saling bercampur. Contoh penggunaan monogliserida sebagai emulsifier terlihat pada pembuatan kue. Untuk mencampurkan air dan minyak diperlukan monogliserida. Selain itu, monogliserida juga berperan sebagai stabilizer pada pembuatan es krim.
Melihat lebih dalam lagi, monogliserida terbagi menjadi berbagai macam derivat yang juga memiliki peranan khusus pada pengolahan pangan. Acetylated monoglyceride merupakan derivat monogliserida yang mampu meningkatkan kualitas lemak, seperti margarin agar bisa menjadi pelarut, pelicin, dan penjaga kekenyalan untuk vinylacetate. Succynilated monoglyceride juga berfungsi sebagai emulsifier, hanya saja succynilated monoglyceride berperan dalam emulsifier penyusutan dan pembatas adonan kue.
Contoh lainnya adalah citrated monoglyceride yang memiliki peranan sebagai emulsifier hidrofilik untuk margarin dan olahan susu berupa creamer kopi dan krim. Citrated monoglyceride juga berperan sebagai emulsifier stabilizer untuk mayonaise dan bumbu kuah.
Di samping itu, ada juga distilled monoglyceride yang memiliki berbagai macam fungsi, yaitu sebagai emulsifier, dispersibler, dan stabilizer pada fase minyak dan air. Distilled monoglyceride juga berperan untuk mencegah penggumpalan pada tepung terigu dan makanan yang mengandung tepung terigu saat didinginkan, menambah kekenyalan dan kelunakan pada margarin untuk mencegah terpisahnya minyak dan air, meningkatkan proses pemutusan khusus dan kestabilan minuman yang mengandung minyak dan protein, dan mencegah penggumpalan pada es krim sehingga es krim menjadi lembut. Selain itu, distilled monoglyceride juga berperan sebagai stabilizer kristalisasi lemak pada mentega dan susu, mempercepat proses fermentasi dan menambah volume roti dengan tekstur yang kuat, dan membantu mencampur permen dan bahan lemak mentah secara mantap dan cepat.

Ada juga derivat monogliserida yang tidak bisa berperan sebagai emulsifier, yaitu lactylated monoglyceride yang hanya berperan pada penyusutan kue dan cemilan, serta pengembang krim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Soal Wakaf dari Buku PAI..

1. Arti wakaf secara bahasa adalah.. a. Menjaga d. Do‟a b. Bersih / suci e. sedekah c. Menahan 2. “Menahan suatu benda dan membebaskan / mengalirkan manfaatnya” kalimat tersebut adalah pengertian wakaf secara. … . a. Bahasa b. Ulama c. Qiyas d. Ijma‟ ulama e. Syar‟i 3. Wakaf disebut sedekah jariah karena... a. Pahalanya paling besar b. Ada manfaatyna bagi orang lain c. Pahala wakaf itu akan mengalir terus ke orang yang berwakaf d. Wakif akan disenangi masyarakat e. Hikmah wakaf dapat menghilangkan kesenjangan social 4. Berikt ini termasuk rukum wakaf, kecuali.. a. Orang yang mewakafkan b. Orang yang menerima wakaf c. Wali d. Barang yang diwafkan e. Sigat / ikrar wakaf 5. Berikut ini Syarat wakaf   kecuali... a. Harta wakaf harus diserahkan selama lamaya b. Harta wakaf tidak boleh ditarik kembali oleh ahli warisya c. Harta wakaf boleh digunaan utuk kepentingan yag lain dari tujuan orang yang memberi wakaf asalkan untuk kep

Laporan Praktikum Pembuatan Sabun Batangan

Laporan Praktikum Kimia Pembuatan Sabun Batangan Disusun Oleh : Dea Prinastithi Dewi Ghina Zulfatunnisa M. Fajrian Nur Idrus M. Aqil Maulana Tristania Kusumawardhani Zhangswe Ariandina Putri XI MIPA 4 SMAN 10 Samarinda Tahun Ajaran 2014/2015 I.                    Dasar Teori : Sabun adalah garam alkali dari asam-asam lemak yang merupakan keperluan penting di dalam rumah tangga sebagai alat pembersih dan pencuci. Kandungan zat-zat sabun juga bervariasi sesuai dengan sifat dan jenis sabun. Sabun dihasilkan oleh proses saponifikasi, yaitu hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol dalam kondisi basah. Pembuat kondisi basa yang biasanya digunakan adalah NaOH dan KOH. Asam lemak yang berikatan dengan natrium atau kalium inilah yang dinamakan sabun. Sabun berdasarkan jenis dan fungsi yaitu transparant soap, castile soap, deodorant soap, acnes soap, cosmetic soap, superfatted soap, oatmeal soap,